Site icon Blog UKUR

8 Jenis Bahan Dinding Kedap Suara, Ampuh Cegah Kebisingan!

8 Jenis Bahan Dinding Kedap Suara, Ampuh Cegah Kebisingan!

Bahan Dinding Kedap Suara

Dalam lingkup desain interior dan konstruksi bangunan, pemilihan jenis dinding memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang nyaman. Salah satu aspek yang tak boleh Anda abaikan adalah pemilihan bahan dinding yang dapat meredam suara atau biasa disebut dinding kedap suara.

Kali ini, kita akan membagikan daftar jenis dinding yang memiliki kemampuan untuk meredam suara. Mari kita bahas berbagai pilihan yang dapat memenuhi kebutuhan beragam lingkungan, baik itu rumah, kantor, atau ruang komersial lainnya di artikel ini!

Prinsip Kerja Dinding Kedap Suara

Pada dasarnya, bahan kedap suara dinding bekerja melalui penerapan sistem akustik dalam ruangan. Prinsip akustik ini merujuk pada tindakan mengurangi dan menyerap bunyi di dalam lingkungan tertutup. Bahan peredam suara berfungsi untuk menghambat gangguan suara dari satu ruangan yang dapat memengaruhi ruangan lainnya.

Dengan memasang peredam, suara yang tercipta di dalam ruangan akan terdengar lebih alami dan jelas. Itu sebabnya penggunaan bahan ini banyak ditemukan di studio musik dan bioskop untuk meningkatkan kualitas suara.

8 Jenis Bahan Dinding Kedap Suara Terbaik

Sesuai judul artikel ini, kami akan memberikan 8 jenis bahan kedap suara dinding yang dapat Anda temukan di pasaran. Berikut ini penjelasannya:

1. Glasswool

Source image: insulationessentials.com

Glasswool merupakan salah satu jenis bahan dinding kedap suara yang dapat Anda jadikan pilihan. Biasanya, bahan ini tersedia dalam bentuk lembaran atau gulungan dengan ketebalan berkisar antara 25 hingga 50 mm, serta terbuat dari serat fiberglass yang bertekstur layaknya bulu domba (wool).

Kendati memiliki harga yang terjangkau, perlu Anda ingat juga bahwa NRC (Noise Reduction Coefficient) dari bahan ini biasanya kurang dari 0,5, sehingga efektivitasnya dalam meredam suara mungkin juga terbatas.

Glasswool sendiri memiliki keunggulan dalam hal penyerapan panas dan tingkat ketahanan terhadap api. Namun, terdapat beberapa kelemahan yang perlu Anda perhatikan, yakni dapat menyerap uap air yang mana akan mempengaruhi kualitas peredaman suara.

Selain itu, material ini dapat menjadi sarang untuk pertumbuhan jamur, sehingga tidak cocok jika Anda gunakan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, glasswool juga tidak ideal untuk ruangan yang memerlukan kualitas udara yang baik karena dapat mempengaruhi pernapasan dan dapat menyebabkan iritasi jika mengenai kulit.

2. Greenwool

Greenwool Peredam Suara

Bahan kedap suara dinding greenwool saat ini merupakan alternatif yang lebih unggul daripada glasswool dalam hal peredaman suara. Bahan dasarnya adalah serat polyester yang tersedia dalam bentuk lembaran. Umumnya, bahan ini memiliki tingkat koefisien NRC yang lebih tinggi daripada glasswool, yakni mencapai 0,8.

Keunggulan lainnya yakni memiliki daya tahan yang luar biasa, bobot yang ringan, tahan terhadap pengelupasan, sifat antijamur dan anti air, serta tidak menyebabkan iritasi kulit. Sehingga, bahan ini diklaim tidak berbahaya dan relatif aman untuk kesehatan manusia.

3. Busa Telur

Busa Telur Peredam Suara

Material busa telur adalah pilihan yang paling umum dan terjangkau sebagai bahan dinding kedap suara dan gema. Material ini tersedia dalam bentuk lembaran dan terbuat dari polyurethane foam.

Nama “busa telur” berasal dari bentuk permukaannya yang menyerupai telur. Selain busa telur, tersedia juga busa dengan permukaan piramida atau segitiga yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan.

Material ini efektif untuk mengurangi gema di ruangan-ruangan seperti studio musik, studio uji vokal, atau bahkan ruang karaoke di rumah. Keuntungan utama dari penggunaan busa telur adalah kemudahan pemasangan, bobotnya yang ringan, dan haganya yang murah.

Namun, perlu Anda ingat bahwa bahan ini juga memiliki kelemahan. Mulai dari mudah menyerap air, rentan terhadap kerusakan setelah Anda gunakan dalam jangka waktu lama, potensi pertumbuhan jamur, serta ketidakmampuannya untuk meredam suara frekuensi tinggi dengan baik. Selain itu, busa telur juga tidak tahan terhadap api.

4. Polyethylene Terephthalate (PET)

Source image: google image

Bahan ini dapat menjadi alternatif peredam suara berkualitas tinggi yang cocok untuk keperluan khusus. Material ini berasal dari daur ulang kemasan plastik polyester PET (Polyethylene Terephthalate).

Peredam PET tersedia dalam bentuk lembaran dengan tingkat koefisien redaman bunyi (NRC) mencapai 0,85. Sehingga, PET dapat menyerap suara dari luar maupun dalam ruangan dengan baik dan menawarkan performa akustik yang maksimal.

Selain itu, bahan ini juga bisa Anda pasang dengan mudah sesuai bentuk dan ukuran ruangan. Anda tidak perlu membuat rangka khusus karena Anda dapat menempelkannya langsung pada dinding dengan menggunakan double tape, paku, atau lem khusus.

Meski demikian, PET tidak tahan terhadap api. Sehingga, Anda harus menggunakannya dengan hati-hati dalam lingkungan yang memerlukan keamanan tambahan.

5. Soft Board

Softboard merupakan jenis dinding kedap suara yang menyerupai PET, namun berbeda dalam hal bahan bakunya. Bahan ini terbuat dari serat polyester non-daur ulang yang telah dipadatkan. Sementara bentuk dan karakteristiknya mirip dengan PET.

Bahan ini memiliki warna alami kayu yang memberikan tampilan yang lebih berkesan. Tingkat koefisien redaman bunyi (NRC) yang dapat bahan ini bisa capai yakni 0,85. Hal tersebut membuatnya menjadi pilihan yang efektif untuk mengurangi kebisingan di berbagai ruang.

6. Keramik Fiber

Source image: google image

Selanjutnya, ada keramik fiber yang merupakan salah satu jenis bahan dinding kedap suara berkualitas dan sangat baik. Bahan ini terbuat dari serat-serat keramik yang dijalin dan dapat Anda temukan dalam bentuk gulungan.

Saat Anda menggunakannya sebagai peredam suara, keramik fiber memiliki tingkat koefisien refleksi suara (NRC) sebesar 0,75. Selain efektif sebagai peredam suara, jenis dinding ini juga memiliki beberapa keunggulan lain.

Bahan ini tahan lama, tahan api, dan tahan gempa. Selain itu, keramik fiber juga dapat membantu mengontrol suhu ruangan karena kemampuannya dalam meredam panas. Namun, penting untuk Anda catat bahwa harga keramik fiber cenderung lebih tinggi, sehingga pemilihan bahan ini perlu Anda pertimbangkan dengan matang.

7. Gypsum

Untuk menciptakan lingkungan ruangan yang kedap suara, dinding gypsum sebagai pelapis merupakan pilihan yang sangat tepat. Selain memberikan tampilan yang lebih rapi, gypsum juga memiliki kemampuan unik untuk meredam suara yang bising.

Penggunaan material ini dapat membantu mengurangi gema atau echo yang sering muncul akibat pantulan suara dari dinding-dinding keras. Dengan demikian, ruangan di rumah Anda dapat menjadi lebih tenang dan nyaman.

8. Rockwool

Source image: wikipedia.org

Bahan peredam suara rockwool terbuat dari serat mineral yang ringan dan memiliki kemampuan untuk menyerap suara dan panas. Secara sekilas, bahan ini serupa dengan glasswool, namun densitas rockwool lebih tinggi, berkisar antara 30 g/cm³ hingga 100 g/cm³.

Oleh karena itu, banyak orang yang memilih bahan ini sebagai lapisan tambahan setelah glasswool dalam peredam suara. Jika Anda tertarik dengan bahan ini, Anda dapat membelinya dalam bentuk lembaran atau gulungan.

Bahan Dinding Kedap Suara Mana yang Anda Pilih?

Demikian sejumlah rekomendasi bahan dinding kedap suara terbaik versi kami yang bisa Anda pertimbangkan. Untuk memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan dengan lebih mudah dan efisien, kami ingin memperkenalkan Anda kepada Ukur, marketplace terkemuka untuk semua kebutuhan konstruksi.

Anda akan menemukan berbagai macam bahan konstruksi, termasuk bahan dinding kedap suara seperti gipsum, glasswool, plafon akustik dan rockwool yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap ruangan di rumah Anda.

Kami berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas tinggi dan beragam pilihan agar Anda dapat membuat keputusan yang bijak dalam proyek konstruksi Anda. Bersama Ukur.com, menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman jadi lebih mudah.

Exit mobile version