Site icon Blog UKUR

Jangan Salah Pilih! Kenali 7 Perbedaan Marmer dan Keramik

Jangan Salah Pilih! Kenali 7 Perbedaan Marmer dan Keramik

Foto : kompasiana.com

Keramik dan marmer adalah dua material populer yang biasa dipakai untuk bagian lantai serta dinding bangunan. Meskipun tampak mirip, namun nyatanya perbedaan marmer dan keramik cukup mendasar yang bisa Anda kenali dengan mudah, lho.

Lantas, apa perbedaan keramik dan marmer yang harus diperhatikan? Jangan bingung karena dalam artikel ini, kami akan menjelaskan aspek-aspek beda marmer dan keramik untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat.

Apa Perbedaan Marmer dan Keramik?

Foto: Centro Ceramic

Anda pasti sudah penasaran ‘kan apa saja perbedaan dua material bangunan ini? Langsung saja, berikut ini beda marmer dan keramik yang harus Anda ketahui:

1. Proses Pembentukan

Foto : YouTube

Proses pembentukan keramik dan marmer jauh berbeda sehingga menghasilkan material yang berbeda pula. Perlu Anda tahu kalau marmer termasuk jenis batu alam. Sama seperti batu alam lainnya, proses pembentukan marmer terjadi melalui kristalisasi secara alami dalam waktu yang sangat lama.

Selanjutnya, para penambang akan menambang marmer dari alam. Proses pembentukannya yang alami membuat urat, corak, serta warna marmer cukup beragam. Meskipun begitu, Anda tetap bisa memilih bentuk marmer sesuai kebutuhan.

Sementara istilah keramik berasal dari bahasa Yunani “keramikos” yang artinya tanah liat kering. Jadi, keramik merupakan material yang terbuat dari tanah liat dan telah melalui proses pembakaran sedemikian rupa.

Namun seiring berjalannya waktu, keramik juga menggunakan bahan baku selain tanah liat. Saat ini, keramik menjadi material lantai yang sangat populer di kalangan masyarakat. Sebagian besar orang memakai lantai berbahan keramik.

2. Komposisi

Perbedaan selanjutnya ada pada komposisi bahan pembuatannya. Komposisi yang dimaksud di sini berasal dari awal pembuatan atau pembentukan sampai dengan material siap pakai.

Sebagai batu alam, marmer tentu saja bukan buatan tangan manusia. Marmer berasal dari batuan metamorf hasil kristalisasi batu kapur atau gamping. Batu-batu tersebut juga merupakan mineral yang berasal dari proses alami.

Tidak ada campur tangan manusia pada proses pembentukan dan komposisi marmer. Para penambang mencari marmer di gunung-gunung yang ada di seluruh dunia. Kualitasnya yang bagus membuat banyak orang sering memanfaatkannya menjadi lantai marmer.

Berbeda dengan marmer, keramik merupakan hasil karya tangan manusia. Proses pembuatannya juga ditujukan untuk berbagai keperluan seperti lantai, dinding, meja, dan lain-lain. Bahan baku keramik biasanya berupa mineral seperti ball clay, feldspar, kaolin, kwarsa, dan air. Tidak seperti dulu yang menggunakan tanah liat.

Sifat keramik yang Anda pilih tergantung bahan baku mineralnya. Semua bahan-bahan tersebut kemudian akan melalui proses pembakaran pada suhu super tinggi hingga 1.000 derajat Celcius.

3. Kualitas

Perbedaan marmer dan keramik terkait proses pembentukan dan komposisi bahan membuat kualitas diantara keduanya juga berbeda. Batu marmer yang mengalami proses pembentukan alami dalam jangka waktu panjang menghasilkan kualitas yang jauh lebih baik.

Banyak yang menilai bahwa marmer yang lebih kuat dan solid. Meskipun begitu, material satu ini mudah untuk dibentuk memakai alat. Proses pasang marmer tetap mudah untuk dilakukan pada bangunan. Kelebihan marmer lainnya yaitu tidak mudah retak, pecah, dan tidak terkesan kaku.

Sementara keramik nyatanya tidak lebih kuat dari marmer meskipun sudah melalui proses pembakaran bersuhu tinggi. Proses tersebut hanya membuat keramik lebih kaku dan tahan air.

Beda marmer dan keramik dari segi kualitasnya yaitu keramik lebih mudah pecah dan rapuh. Terutama ketika menahan beban besar dan berat dari furniture yang Anda beli.

4. Penampilan dan Estetika

Foto : mcmproperti.id

Sebagian besar orang memakai keramik dan marmer untuk lantai. Perbedaan lantai marmer dan keramik selanjutnya ada pada nilai estetika atau keindahannya. Jika berbicara tentang keindahan, marmer tentu saja lebih unggul.

Marmer adalah batu alam dengan penampilan yang terlihat klasik dan mewah. Pola, motif, dan warna marmer muncul secara alami. Ada warna putih, merah, hijau, dan lain-lain.

Hanya saja, pola alaminya tidak dapat diprediksi sehingga pemilihannya harus hati-hati. Akan sulit menemukan pola, motif, dan warna yang sama persis. Selain itu, ragam warna dan motifnya cenderung terbatas.

Sementara lantai keramik menawarkan warna, ukuran, dan bentuk yang lebih mudah diprediksi. Artinya, Anda bisa menemukan warna, ukuran, dan bentuk yang sama dengan mudah.

Pilihan warna, ukuran, dan bentuknya juga sangat beragam. Hal tersebut wajar karena keramik dibuat oleh tangan manusia. Hanya saja, dari segi tampilannya, lantai marmer terlihat lebih mewah dan klasik. Perbedaan marmer dan keramik ini juga perlu Anda jadikan pertimbangan.

5. Perawatan

Foto : cleanipedia.com

Apa perbedaan keramik dan marmer selanjutnya? Jawabannya ada pada proses perawatannya. Sebenarnya, marmer dan keramik membutuhkan proses perawatan yang sama-sama mudah.

Anda hanya perlu menjaga kebersihannya dengan menyapu atau mengepel secara rutin. Namun, beda marmer dan keramik adalah bahwa marmer ternyata membutuhkan perawatan tambahan. Perawatan khusus tersebut berupa sealing yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Sealing adalah proses menutup permukaan marmer dengan sealent. Proses sealing akan menjaga lantai ataupun dinding dari marmer tetap indah dan mewah. Selain itu, sealing juga mencegah masuknya cairan melalui permukaan dan sambungan.

Sementara keramik hanya perlu dibersihkan menggunakan sabun dan air seperti biasa. Anda tidak perlu melakukan perawatan khusus termasuk sealing. Jadi, bisa lebih hemat budget, waktu, maupun tenaga.

6. Lingkungan

Perbedaan selanjutnya berhubungan dengan lingkungan. Marmer yang merupakan bahan alami membutuhkan ekstraksi dan pengangkutan yang berdampak pada lingkungan. Fakta ini sering menjadi pertimbangan banyak orang, terutama bagi mereka yang peduli dengan masalah lingkungan.

Sementara keramik lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan daur ulang. Proses pembuatannya juga lebih efisien karena tidak membutuhkan alat-alat penambangan seperti ketika mencari marmer.

7. Perbedaan Marmer dan Keramik dari Harganya

Harga tentu saja menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli kedua material ini. Bahkan, perbedaan dari segi harga inilah yang nantinya akhirnya membantu banyak orang mengambil keputusan pembelian terbaik.

Proses pembentukan dan penambangan marmer tidak mudah. Oleh sebab itu, marmer termasuk bahan mewah yang cenderung memiliki harga tinggi. Biasanya, harga marmer tergantung dari jenis dan ukurannya.

Sementara keramik menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau. Meskipun harganya terjangkau, namun keramik tetap indah dan menarik untuk menjadi pilihan dekorasi rumah. Jadi, sangat cocok untuk orang-orang dengan budget terbatas namun masih ingin mendapatkan nilai estetika.

Beli keramik lantai berkualitas dengan harga terbaik, ya hanya di UKUR

Sudah Tahu Apa Saja Perbedaan Marmer dan Keramik?

Perbedaan marmer dan keramik begitu jelas terlihat dari penjelasan di atas. Keduanya merupakan material yang bagus, Anda tinggal memilihnya sesuai kebutuhan dan budget. Apapun pilihan Anda, pastikan beli material di tempat yang tepat.

Rekomendasi marketplace yang menawarkan berbagai pilihan marmer dan keramik adalah UKUR. Selain motif dan warnanya yang beragam, pilihan harga keramik dan marmer di sana juga cukup beragam. Jadi, pilih saja produk mana yang sesuai dengan budget Anda.

Sebelum membeli, Anda juga bisa melihat langsung beda marmer dan keramik. Pasalnya, marketplace UKUR akan menampilkan gambar dan detail produk untuk para pembeli.

Selain material lantai berkualitas, UKUR juga memiliki banyak kategori lain. Mulai dari kategori Pintu & Jendela, Besi & Baja, Dinding & Plafon, Lantai, Material Konstruksi, dan lain-lain. Yuk, kunjungi marketplace-nya sekarang juga untuk beli kebutuhan Anda!

Exit mobile version