5 Perbedaan Gypsum dan GRC, Mana yang Lebih Bagus?

5 Perbedaan Gypsum dan GRC, Mana yang Lebih Bagus?

Apa perbedaan gypsum dan GRC? Dua material tersebut seringkali menjadi pilihan banyak orang dalam perancangan arsitektur atau bangunan. Namun, masih banyak yang sering sulit membedakan antara keduanya.

Padahal, gypsum dan glassfiber reinforced concrete (GRC) adalah dua material yang tidak sama. Artikel ini akan membahas perbedaan antara keduanya untuk menambah pemahaman Anda. Simak dengan seksama!

Apa itu Gypsum?

Apa itu Gypsum?
Source: mitrarenov.com

Gypsum adalah mineral yang sering ditemukan dalam batuan sedimen. Material satu ini seringkali menjadi pilihan untuk berbagai proyek konstruksi, termasuk sebagai bahan dasar untuk pembuatan plafon, konstruksi dinding partisi, serta ornamen seperti cornice dan rosette.

Selain itu, gypsum juga dapat berfungsi sebagai pengisi celah, peredam suara, pengatur kelembapan, serta bahan tahan api untuk keamanan dalam konstruksi dinding dan plafon. Plafon gypsum memiliki nama lain sheetrock atau wallboard. Material ini terdiri dari lapisan gypsum yang dikelilingi oleh dua lembar kertas tebal.

Biasanya, plafon gypsum tersedia dalam ukuran lembaran yang berkisar antara 4 hingga 8 kaki. Namun, ada juga plafon gypsum yang memiliki ukuran lembaran sepanjang 16 kaki. Ketebalan plafon gypsum dapat bervariasi, ada yang memiliki ketebalan dari 1/4 hingga 5/8 inci.

Gypsum memiliki keunggulan dalam proses pemasangannya yang sederhana. Selain itu, material ini akan memberikan hasil akhir yang lebih rapi dan halus tanpa memerlukan nat (sambungan).
Keunggulan lainnya, material gypsum juga dapat menyesuaikan berbagai desain dan warna. Material ini juga mudah Anda dapatkan di pasaran.

Namun, ada kekurangan dalam penggunaan gypsum, seperti ketidakmampuannya dalam menahan kelembapan. Sehingga, gypsum rentan terhadap kerusakan jika terkena air. Tidak hanya itu, daya tahan gypsum juga relatif pendek, yakni sekitar 3 hingga 5 tahun.

Baca Juga:  Mengenal Marmer Statuario: Kelebihan, Penggunaan, dan Ciri

Apa yang membedakan material ini dengan GRC? Sebelum masuk ke perbedaan gypsum dan GRC, pahami dulu apa itu GRC.

Apa itu GRC?

Apa itu grc
Source: artikel.rumah123.com

GRC adalah material yang terbuat dari campuran serat kaca, semen, dan beton. Campuran dari bahan-bahan tersebutlah yang membuat GRC memiliki ketahanan yang tinggi.

Material GRC berbeda dengan beton pada umumnya. GRC memiliki identitas fisik dan kimia serta fitur yang serupa. Meskipun demikian, material ini juga memiliki ketahanan yang baik dan tidak kalah kuat dengan beton.

Keunggulan dari GRC meliputi kemudahan dalam pembentukannya, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, serta memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi.

Selain itu, proses pemasangan GRC relatif cepat. Berbeda dengan gypsum, GRC mampu bertahan pada kelembapan tinggi sehingga membuatnya lebih tahan lama.

Meskipun demikian, terdapat pula kekurangan dalam penggunaan material GRC. Misalnya, material ini cenderung mudah mengalami retakan pada setiap sambungannya. Proses pemasangan GRC juga cukup rumit dan memakan waktu.

Selain itu, pemotongan material ini termasuk sulit dan memerlukan alat seperti gerinda. Kekurangan lainnya adalah keterbatasan dalam variasi produk yang tersedia.

Perbedaan Gypsum dan GRC

Anda perlu mempertimbangkan beberapa perbandingan gypsum dan GRC untuk menentukan pilihan terbaik. Berikut adalah ulasan mengenai beberapa faktor perbandingan antara keduanya.

1. Ketahanan Material

Ketika membahas ketahanan, pilihan terbaik jatuh kepada GRC daripada gypsum. Pasalnya, GRC terbuat dari bahan yang cukup tangguh, yakni seperti semen dan serat kaca. Material ini juga terbukti tahan terhadap air atau kelembapan.

Sementara itu, gypsum tidak tahan terhadap kelembapan. Ini membuatnya memiliki ketahanan yang lebih rendah dari GRC dan rentan rusak.

Penggunaan gypsum lebih cocok untuk plafon. Sedangkan GRC memiliki aplikasi yang lebih luas dalam konstruksi, seperti plafon, kubah, dinding, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Water Heater: Perubahan Energi, Jenis dan Cara Memilihnya

2. Perawatan

Dalam hal perawatan, GRC dinilai lebih praktis daripada plafon gypsum. Material ini memiliki ketahanan yang cukup tinggi sehingga tidak memerlukan perawatan rutin. Berbanding terbalik dengan material gypsum yang harus mendapatkan perawatan rutin agar tidak cepat rusak.

3. Penempatan

Secara umum, gypsum memiliki sifat yang tidak terpengaruh oleh suhu ruangan. Akan tetapi, material gypsum rentan terhadap kerusakan akibat air dan serangan rayap. Sebaliknya, GRC tahan terhadap air dan serangan rayap sehingga ini membuatnya cocok digunakan dalam berbagai lingkungan.

4. Pemasangan

Perbedaan gypsum dan GRC lainnya terletak pada bahan baku pembuatannya. Karena menggunakan bahan baku berbeda tentunya proses pemasangan GRC dan gypsum juga tidak sama.
GRC memerlukan waktu yang lebih lama dalam pemasangannya. Sebaliknya, proses pemasangan gypsum lebih cepat karena bobotnya yang lebih ringan.

Selain itu, pemasangan GRC harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati. Inilah yang membuat waktu pemasangannya menjadi lebih lama.

beli gypsum peredam suara di ukur

Temukan gypsym peredam suara terlengkap di Ukur, Promo cicilan sampai 0%!

5. Harga

Selain ketahanan, terdapat perbedaan antara GRC dan gypsum dari segi harga. Harga GRC cenderung lebih tinggi dibandingkan gypsum. Perbedaan harga ini berkaitan dengan kualitas dari material keduanya.

GRC memiliki kualitas material yang lebih unggul. Harga GRC yang relatif lebih mahal ini menyesuaikan dengan kualitas yang ada. Jika Anda menginginkan kualitas plafon yang terbaik, GRC adalah pilihan yang tepat.

Namun, Anda juga dapat memilih gypsum jika memiliki anggaran yang terbatas. Gypsum dapat menjadi alternatif karena harganya yang lebih ekonomis.

Perbedaan Penggunaan dan Pengaplikasiannya

Perbedaan dalam penggunaan serta pengaplikasian gypsum dan GRC adalah hal yang harus diperhatikan dengan seksama. Berikut adalah beberapa perbedaannya:

  • Penggunaan gypsum biasanya adalah untuk kebutuhan rumah tangga dan proyek bangunan berukuran kecil. Sedangkan penggunaan GRC biasanya untuk proyek bangunan berukuran besar, seperti gedung bertingkat.
  • Pengaplikasian gypsum pada dinding membutuhkan bantuan plester semen atau lem khusus yang dirancang untuk gypsum. Sebaliknya, pengaplikasian GRC membutuhkan baja ringan untuk menjadi penyangga struktural.
  • Gypsum lebih sesuai untuk aplikasi di dalam ruangan, seperti dinding dan langit-langit. Di sisi lain, GRC lebih cocok digunakan di luar ruangan, khususnya untuk aplikasi seperti fasad bangunan.
Baca Juga:  Kenali Jenis Pasir Bangunan Beserta Karakteristik dan Fungsinya

Terkait proses pengaplikasiannya, gypsum memerlukan waktu pengeringan yang lebih singkat daripada GRC. Dalam waktu 24 jam, umumnya gypsum telah mengering sepenuhnya.

Sementara itu, proses pengeringan GRC memerlukan waktu sekitar 3-7 hari agar kekuatannya lebih optimal. Itulah mengapa penggunaan gypsum lebih sesuai untuk proyek-proyek dengan tenggat waktu yang singkat.

Sedangkan penggunaan GRC lebih cocok untuk proyek-proyek yang memerlukan ketahanan yang lebih tinggi dan bersedia mengalokasikan waktu ekstra untuk proses pengeringan.

GRC vs Gypsum, Lebih Baik yang Mana?

Itulah pembahasan mengenai perbedaan gypsum dan GRC. Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda telah memutuskan pilihan? Pada intinya, kedua material tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Pilihan material terbaik dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda memerlukan material dengan kemampuan dukung beban yang tinggi, daya tahan yang baik, serta tidak terbatas oleh anggaran, maka GRC bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Namun, jika Anda memiliki anggaran terbatas dan memerlukan pemasangan cepat dalam ruangan, maka gypsum bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Dapatkan material dengan kualitas terbaik di Ukur.com. Di sana Anda dapat menjelajahi berbagai macam material konstruksi dengan kualitas dan harga terbaik.